Senin, 09 November 2020

Karya Ilmiah

 Kreatifitas Kearifan lokal Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Agama Kristen

Penulis : Ruslan Sitanggang, S.Pd.K (Guru Agama Kristen)

A.                Pendahuluan

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tugas penelitian guna memenuhi persyaratan pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk guru Agama Kristen sesuai panduan penulisan ilmiah dari Jenri Ambarita (2020) dalam kegiatan Webinar "Meningkatkan Kompetensi PAK Pada New Normal" bekerja sama dengan Webinar IAKN Ambon, FIPK dan PUSPITA IAKN Ambon. 

Penelitian dilakukan berdasarkan hasil observasi dan praktik langsung pada proses pembelajaran di kelas I hingga VI Sekolah Dasar Negeri 014 Simpang Tetap Jl. Budi Dharma, Pangkalan Sesai, Kec. Dumai Barat, Kota Dumai Prov. Riau pada mata pelajaran Agama Kristen tahun 2020. Beberapa siswa memiliki beberapa masalah pada saat proses pembelajaran, salah satunya yaitu rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Agama Kristen dan proses pembelajaran daring. Hal tersebut terlihat dari kegiatan belajar mengajar siswa yang cenderung merasa bosan dan melakukan aktifitas di luar pembelajaran Agama. Kondisi ini semakin memprihatinkan sejak siswa mengalami proses belajar dari rumah semenjak Covid-19 pada awal Maret 2020 lalu.

Bagi lembaga pendidikan,  Work from home (WFH) ini berarti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang biasanya dilakukan di ruang-ruang kelas secara langsung sekarang dihentikan sementara waktu dan digantikan dengan proses belajar mengajar menggunakan sistem online/daring (Aprilia, 2020).

Siswa/siswi dan guru tetap melaksanakan KBM seperti biasanya, hanya saja dilakukan pada ruang ruang terpisah di rumah masing- masing. Sepintas lalu mungkin kita mengira pekerjaan ini gampang untuk dilakukan; dengan cukup punya fasilitasnya seperti HP dan kuota serta jaringan yang mendukung, maka kegiatan ini pasti mudah dan bisa dilakukan.

Setelah beberapa minggu melakukan KBM menggunakan sistem online, semua masalah dan kendala mulai bermunculan. Di antaranya tidak semua anak sama dalam hal kepemilikan fasilitas seperti HP; banyak di antara para siswa yang hanya memiliki HP, sebutlah HP biasa. Selain itu jika pun ada HP, keterbatasan kuota dan jaringan yang kurang mendukung juga menjadi kendala.

Banyak di antara sekolah memutuskan hanya memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah selama "libur" akibat wabah Covid-19. Dan, hal ini juga menjadi keluhan siswa/siswi dan juga orangtua disebabkan tugas/PR yang diberikan guru terlalu banyak sehingga membebani anak anak.

Pemberian PR terhadap siswa selama libur juga tidak menjamin bahwa siswa/siswi akan belajar di rumah. Kebanyakan siswa beranggapan bahwa PR itu bisa dikerjakan nanti sehingga dibiarkan menumpuk sampai jadwal yang di tetap guru untuk dikumpulkan baru mereka tergesa-gesa untuk mengerjakannya

Guna mengatasi permasalahan tersebut, guru dituntut mampu membuat inovasi belajar yang menyenangkan dengan mengandalkan kreatifitas dalam pembelajaran yang mudah diakses tanpa menghabiskan banyak kuota seperti WhatsApp, Google meet dan Zoom meeting. Dalam menciptakan ide kreatif ini, guru dapat menggunakan berbagai macam metode pembelajaran, salah satunya memberdayakan kearifan lokal demi menumbuhkan pengenalan dan kecintaan siswa pada alam dan lingkungan di sekitarnya. Sehingga walaupun diberikan tugas oleh guru, siswa merasa tertantang untuk mengerjakannya dan tidak menunda waktu pengerjaan tugas.

Diperlukan adanya kemampuan kreatifitas dari guru untuk menumbuhkan kemampuan kreatifitas siswa. Kreatifitas siswa akan muncul, apabila guru sebagai nahkoda di dalam kelas memiliki kemampuan kreatifitas yang memadai. Materi pelajaran yang sudah disusun dalam silabus, hendaknya dikembangkan dengan baik untuk mencapai tujuan mata pelajaran Agama Kristen. Kemampuan kreatifitas dengan penemuan atau penciptaan  ide yang baru harus ditingkatkan. Dalam dunia pendidikan kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam memahami suatu pelajaran atau memaknai dari semua kegiatan yang akan dilakukan. Untuk itulah pengembangan kreativitas sebaiknya dilakukan sejak dari usia dini atau dari Sekolah Dasar. Dengan kreativitas yang baik, maka siswa akan dapat tumbuh menjadi pribadi yang berani dalam berekspresi untuk keluar dari zona nyamannya menciptakan hal yang baru. Hal ini juga akan mengasah kepekaan, kemampuan nalar dan berinteraksi dengan sesama dan lingkungannya.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode penelitian tindakan kelas dan penelitian literatur yang berkaitan dengan kreativitas dalam pembelajaran. Tujuan utama adalah mamacu guru untuk melakukan tindakan dalam menangani permasalahan dalam proses pembelajaran khsusnya yang berhubungan dengan kreatifitas dengan kearifan lokal. Sedangkan yang menjadi subjek penelitian ialah siswa kelas I hingga kelas VI SD dengan rincian sebagai berikut: kelas I SD berjumlah 4 orang, kelas II SD berjumlah 4 orang, kelas III SD berjumlah 1 orang, kelas IV SD berjumlah 3 orang, kelas V SD berjumlah 4 orang, kelas VI SD berjumlah 3 orang. Total siswa 19 orang. Objek penelitian adalah kreativitas kearifan lokal dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada Pembelajaran Agama Kristen pada pertemuan 18 dari total pertemuan 20.


B.                 Kajian Pustaka

Penelitian ini didasari dari penelitian serupa  dari penelitian sebelumnya dengan judul Upaya Pembentukan Akhlak Peserta Didik Dengan Model Pembelajaran Bandongan oleh Dedi Wahyudi Rani Hidayaturohma pada jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 2018 (Hidayaturohma, 2018). Penelitian ini didasari dengan permasalahan peserta didik khususnya di tingkat pendidikan dasar yang mengikuti proses pembelajaran model bandongan. Bandongan yaitu sebagaimana sudah diketahui bahwa metode ini menggunakan sebuah sistem duduk melingkar dengan guru berada di sekeliling peserta didik, dan masih menggunkan cara tradisional yang sangat klasik pada zamannya. Penelitian ini dibuat karena banyaknya dikenalnya model pembelajaran yang begitu banyak dan variatif, akan tetapi masih kurang bertahan lama pada era saat ini. Ada kesamaam pada tujuan dan metode yang digunakan pada penelitain selanjutnya yakni untuk mengupayakan proses pembentukan akhlak peserta didik agar lebih baik dan dapat menjadi titik acuan dalam mengajarkan mata pelajaran akidah akhlak dengan metode pengambilan model pembelajaran ini yakni dengan studi pustaka dan juga studi lapangan.

Kajian pustaka yang kedua dengan judul Pengembangan Kemampuan Kreativitas Dalam Pembelajaran oleh Desi Budiarti pada Jurnal Pendidikan ekonomi 2015 (Budiarti, 2015). Dalam penelitian ini mengemukakan bahwa pembelajaran IPS masih berada pada tataran teori saja dimana pengajar cenderung hanya memberikan materi teori sehingga siswa hanya dipacu untuk menghapal tanpa memahami. Proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas, menunjukkan bahwa betapa pembelajaran di sekolah masih belum bisa meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa secara maksimal, khususnya kemampuan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari yang dihadapinya. Maka, kemampuan kreatifitas guru dibituhkan demi menumbuhkan kemampuan kreatifitas siswa. Kreatifitas siswa akan muncul, jika guru berekspresi dengan ragam kreatifitas yang memadai. Materi pelajaran yang sudah disusun dalam silabus, hendaknya dikembangkan dengan baik untuk mencapai tujuan pendidikan IPS yang sesungguhnya. Penelitian ini memaparkan langkah-langkah metode pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas dengan tujuan mengingkatkan berpikir kreatif pada siswa sekalipun pada pendahuluan tidak dibahas metode dan tujuan penelitian secara jelas.

 

C.                Metode

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas dan penelitian literatur yang berkaitan dengan kreativitas dalam pembelajaran. Tujuan utama adalah mamacu guru untuk melakukan tindakan dalam menangani permasalahan dalam proses pembelajaran khsusnya yang berhubungan dengan kreatifitas dengan kearifan lokal. Sedangkan yang menjadi subyek penelitian ialah siswa kelas I hingga kelas VI SD.


D.                Hasil Penelitian dan Pembahasan

D.1. Pelajaran Agama Kristen

Dalam pelajaran di sekolah, terdapat berbagai macam ilmu yang bermanfaat untuk dipelajari oleh siswa Sekolah Dasar, salah satunya ialah Pelajaran Agama Kristen. Sejak kecil, siswa sebagai anak di dalam keluarga sudah diajarkan pendidikan agama oleh orang tua. Selain itu siswa juga diajarkan pendidikan agama di sekolah. Tapi sayangnya zaman ini masih banyak yang tidak suka mempelajari ilmu agama dan mengikuti pembelajaran secara online. Proses belajar mengajar selama daring dinilai kurang efektif (Kamil, 2020). Jaringan internet yang terbatas menjadi alasan bahwa tidak semua murid sanggup untuk membeli paket data sehingga menjadi hambatan dalam mengakses pembelajaran (Aprilia, 2020).

Dengan memperdalam ilmu agama siswa akan menemukan hal yang sangat penting dalam kehidupannya sebagai pribadi ciptaan (Dekirty, 2019). Sebab, dengan memperdalam ilmu agama maka siswa akan mendapatkan manfaat yang baik bagi kehidupannya. Ada beberapa manfaat yang akan didapatkan saat memperdalam ilmu agama yakni :

1.                  Nilai kebaikan 

Setiap agama pasti selalu mengajarkan kebaikan. Mempelajari ilmu agama dapat membuat siswa menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan menjadi pribadi yang baik, maka siswa akan memberikan pengaruh positif bagi orang lain. Selain itu jika siswa berbuat baik kepada siapapun, maka siswa akan mendapatkan kebaikan juga dari orang lain.

2.                  Terhindar dari Dosa

Setan selalu membisikkan manusia agar selalu berbuat dosa. Dengan mempelajari ilmu agama, siswa akan terhindar dari perbuatan dosa. Karena siswa akan tahu larangan apa saja yang dapat menimbulkan dosa. Sebab perbuatan dosa tidak hanya dapat menuntun siswa menuju kesesatan saja. Perbuatan dosa akan menuntun siswa menuju pintu neraka. Terkadang siswa sering menemukan orang yang jarang beribadah dan jika demikian bisa dikatakan kalau siswa tersebut jarang mengingat Tuhan. Padahal siswa tidak bisa hidup kalau bukan karena kehendak Tuhan. Oleh karena itu, pendidikan agama akan mengajarkan siswa untuk taat beribadah. Dengan begitu, siswa akan selalu mengingat Tuhan.

3.                  Belajar Bersyukur

Pada dasarnya, manusia memang memiliki sifat yang tidak mudah puas. Dengan adanya pendidikan agama, siswa selalu diajarkan untuk selalu bersyukur dalam kehidupan. Bila siswa mendapat banyak rezeki, hendaklah siswa bersyukur dan tidak sombong. Lalu bila siswa sedang mendapat musibah, siswa juga harus bersyukur sebab Tuhan masih perhatian kepada siswa. Saat manusia sedang diuji oleh Tuhan, terkadang manusia tidak ikhlas. Memang ikhlas merupakan hal yang sulit untuk dilakukan. Agama mengajarkan kita untuk selalu ikhlas dengan keadaan apapun. Saat mendapat ujian hidup dari Tuhan, siswa diajarkan ikhlaskan dan pasrah kepada Tuhan. Sebab Tuhan menguji umatnya untuk meningkatkan derajat sebagai manusia.


D.2. Proses Belajar di Kelas

Dalam pemaparan hasil penelitian yang diperoleh selama proses pembelajaran di kelas akan peneliti bahas dalam empat poin penting yakni yang pertama adalah tentang kondisi awal pembelajaran Agama Kristen sebelum diterapkannya kreatifitas kearifan lokal, kedua tentang pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan kreatifitas kearifan lokal, ketiga tentang peningkatan motivasi belajar siswa setelah melalui kreatifitas kearifan lokal melalui tindakan yang dilaksanakan di kelas I hingga VI dan keempat tentang keunggulan dan kendala serta solusi proses pembelajaran Agama Kristen dengan menggunakan kreatifitas kearifan lokal.

Kondisi awal pembelajaran Agama Kristen sebelum diterapkan kreatifitas kearifan lokal sangat pasif. Siswa hanya mengerjakan tugas yang diberikan guru pada setiap tema dan sub tema yang dilakukan di dalam setiap pertemuan. Akibatnya kurang ada interaksi antar siswa dan guru selain kegiatan mengerjakan dan mengumpulkan tugas tertulis yang diberikan dan kemudian di kumpulkan melalui perangkat WhatsApp selama pembelajaran online.

Proses pembelajaran demikian tentu jauh dari pembentukan proses berpikir kreatif oleh siswa. Sementara, siswa yang kreatif akan mampu mencari jalan keluar bagaimana agar dia tetap dapat membantu orang tua tanpa harus berhenti sekolah. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Treffinger dalam (Budiarti, 2015) bahwa “dengan belajar secara kreatif siswa dapat menciptakan kemungkinan-kemungkinan untuk memecahkan masalah-masalah yang tidak diramalkan sebelumnya”.

Peneliti kemudian tergerak untuk mengadakan yang baru dengan konsep kreatif menggunakan kearifan lokal. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan kreatifitas kearifan lokal terbukti mendorong siswa untuk mengenal lingkungan sekitarnya sehingga menumbuhkan kepedulian untuk merawat lingkungan sekitarnya. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan kreatifitas kearifan lokal juga dapat mendidik siswa untuk peka terhadap lingkungannya, termasuk sesamanya manusia. Hal ini dilihat dari antusiasme siswa dalam foto dokumentasi yang dikirimkan sebagai bukti pengerjaan tugas. Hasil karya yang dilakukan siswa beraneka ragam dengan gaya dan kreativitas masing-masing.

Guru sebagai pendidik dalam hal ini dituntut untuk bersedia melakukan terlebih dahulu segala karya yang akan dibuat oleh siswa. Dengan demikian siswa bisa mencontoh, meneladani, dan berkreasi secara lebih nyata. Dalam menumbuhkan kreativitas siswa melalui pengamatan dalam proses pembelajaran, kesediaan guru untuk mengorbankan tenaga, materi, waktu, pemikiran dan kelihaian dalam proses pendampingannya menjadi poin utama dan kunci dari keberhasilan program.

Keunggulan dari program ini adalah melibat siswa secara langsung untuk berkreasi mulai dari mencari dan mengumpulkan bahan dari alam, merakit karya dan mendokumentasikan karya yang sudah dihasilkan. Tentu ada berbagai macam kendala yang dihadapi oleh siswa sehingga menyebabkan berbagai kendala misalnya keterlambatan dalam pengumpulan tugas dikarenakan signal internet, kesiapan tugas dan berbagai alasan lainnya. Kendala pada guru adalah harus mengeluarkan tenaga yang ekstra, materi yang ektra, waktu yang ektra, dan pemikiran serta kelihaian yang ektra dalam berkarya memberikan contoh bahan karya untuk ditiru oleh anak sebagai pedoman.


D.3. Kreativitas Kearifan Lokal

Kearifan berasal dari kata arif. Menurut himpunan makna yang termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arif memiliki dua makna yang berkesinambungan, yaitu tahu atau mengetahui. Sedangkan makna yang kedua adalah cerdas , pintar, dan bijaksana. Secara etimologi, Kata arif yang jika diimbuhi awalan “ke” dan akhiran “an” yang kemudian membentuk kata kearifan yang bermakna kebijaksanaan, kecerdasan sebagai sesuatu yang dibutuhkan dalam proses berinteraksi dengan lingkungan.

Definisi kearifan lokal jika dilihat dari Kamus Inggris Indonesia, Kearifan lokal berasal dari dua kata yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local). Wisdom berarti kebijaksanaan dan local berarti setempat. Dalam arti yang lain local wisdom atau kearifan lokal yaitu gagasan, nilai, pandangan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.

Kearifan lokal di berbeda- beda dalam dimensi wilayah dan waktu tertentu. Perbedaan kearifan local di masing- masing wilayah disebabkan oleh tantangan kondisi alam dan beragamnya kebutuhan hidup, sehingga pengalaman dalam tujuan pemenuhan kebutuhan, akan memunculkan berbagai sistem pengetahuan, baik lingkungan alam maupun sosial.

Pengertian kearifan lokal yang lain yakni, kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak bisa dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri. Kearifan lokal umumnya diwariskan secara turun temurun melalui cerita dari mulut ke mulut. Kearifan lokal berada dalam cerita rakyat, peribahasa, lagu dan permainan rakyat. Kearifan lokal ialah sebagai pengetahuan yang ditemukan masyarakat lokal tertentu melalui kumpulan pengalaman dalam mencoba dan diintegrasikan dengan pemahaman terhadap budaya dan keadaan alam suatu tempat.

Quaritch Wales dalam (Seputar Pengetahuan, 2020) menjelaskan bahwa local genius atau kearifan lokal berarti kemampuan budaya setempat dalam menghadapi pengaruh kebudayaan asing pada waktu kedua kebudayaan itu berhubungan.

Haryati Soebadio dalam (Seputar Pengetahuan, 2020) mengatakan bahwa local genius adalah juga culture identity, identitas/kepribadian budaya bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap dan mengolah kebudayaan asing sesuai watak dan kemampuan sendiri (Ayatrohaedi (1986) dan Saragih (2013)).

Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 dalam (Seputar Pengetahuan, 2020) memberikan pengertian tentang kearifan lokal, yaitu nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat antara lain untuk melindungi dan mengolah lingkungan hidup secara lestari.

S. Swars dalam (Seputar Pengetahuan, 2020) menyatakan bahwa secara konseptual, kearifan lokal merupakan kebijaksanaan manusia yang bersandar pada filosofi nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional. Kearifan lokal adalah nilai yang dianggap baik dan benar sehingga dapat bertahan dalam waktu yang lama, bahkan melembaga.

Phongphit dan Nantasuwan dalam (Seputar Pengetahuan, 2020) menyatakan kearifan lokal sebagai pengetahuan yang berdasarkan pengalaman masyarakat turun-temurun antargenerasi. Pengetahuan ini menjadi aturan bagi kegiatan sehari-hari masyarakat ketika berhubungan dengan keluarga, tetangga, masyarakat lain dan lingkungan sekitar.

Berdasarkan definisi kearifan lokal tersebut, pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan kreatifitas kearifan lokal dilaksanakan melalui tiga tahapan, pada setiap siklus siswa selalu diberikan tugas untuk membuat kreatifitas kearifan lokal yang berhubungan dengan tema dan sub tema dalam pembelajaran. Sebelum mengerjakan tugas dalam menciptakan karya kreatifitas lokal, siswa akan diajak untuk membaca tema dan sub tema pembelajaran pada hari itu berdasarkan buku pelajaran siswa dengan judul Kearifan lokal Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Agama Kristen (Napitupulu, 2018). Siswa akan diarahkan untuk membaca melalui instruksi dan panduan yang diberikan melalui WhatsApp sebagai media komunikasi yang terjangkau.  

Setelah mendalami tema dan sub tema pembelajaran, siswa akan diajak mengaitkan dengan bacaan Alkitab sesuai dengan tema. Dengan demikian, siswa mampu mendalami teks alkitab yang mendasari tema dan sub tema pada setiap pertemuan. Setelah itu, siswa akan diberikan tuga kreativitas yang menggunakan kearifan lokal dengan memanfaatkan alat dan bahan yang ada disekitarnya yang akan dikumpulkan melalui kegiatan dokumentasi berupa foto dan video yang juga dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp sebagai persyaratan penilaian.

Alat dan bahan yang sudah tersedia di alam akan mempermudah siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Adapun contoh alat dan bahan yang dengan konsep kearifan lokal yang tersedia di Dumai, Riau adalah beberapa tumbuhan yang dapat dengan mudah dijumpai misalnya pohon kelapa, pohon pinang, rumput, kacang hijau, daun ubi dan masih banyak lagi yang tersedia di alam dan di sekitar. Dengan demikian, siswa akan dekat dengan lingkungan sekitarnya dan mengetahui secara langsung alat dan bahan yang dimaksud. Alat dan bahan yang sudah dipaparkan tersebut merupakan alat dan bahan yang sudah digunakan dalam beberapa kali pertemuan sehingga sudah dibuktikan efektif dalam realisasinya.   


D.4. Hasil Praktik Siswa

Kreatifitas Kearifan lokal Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SDN 014 Dumai Dalam Pelajaran Agama Kristen

Senin, 2 November 2020

 

Kelas 1       : Keluargaku Hidup Rukun

Sub Tema  -      Aku sayang keluarga

-          Bermain bersama (membuat palungan)

Ayat Alkitab: Mazmur 133

Tugas Siswa   : - Membuat Palungan Yesus

Alat dan Bahan         : Daun kelapa hijau 10-15 helai, pisau/gunting, tali plastik/ benang sebagai perekat  

Cara Membuat          :

-          Gunting daun kelapa dengan panjang yang sama

-          Ikat dan bentuk daun kelapa hijau menyerupai palungan Yesus dari ujung yang satu ke ujung yang lain menggunakan tali plastik/ benang. 

-          Setelah palungan terbentuk, foto hasil karya dan kirimkan kepada guru untuk penilaian

Keterangan                : Siswa mendokumentasikan hasil karya palungan bersama anggota keluarga yang lain (ayah, ibu, kakak maupun adik) dan dikirim kepada guru melalui WhatsApp untuk penilaian

Kelas 2       : Tanggungjawabku di Sekolah

-          Mendengarkan cerita, bermain peran, menempelkan gambar

Ayat Alkitab : Matius 25 : 14-30

Tugas Siswa   : - Membuat Palungan Yesus dan Bintang Kejora 

Alat dan Bahan         : Daun kelapa hijau 10-15 helai, pisau/gunting, tali plastik/ benang sebagai perekat dan stepler

Cara Membuat          :

Palungan Yesus

-          Gunting daun kelapa dengan panjang yang sama

-          Ikat dan bentuk daun kelapa hijau menyerupai palungan Yesus dari ujung yang satu ke ujung yang lain menggunakan tali plastik/ benang. 

-          Setelah palungan terbentuk, foto hasil karya dan kirimkan kepada guru untuk penilaian

Bintang Kejora

-          Gunting daun kelapa dengan panjang yang sama dengan kedua buah sisi di potong runcing

-          Satukan hasil potongan menyerupai bintang menggunakan stepler

-          Tambahkan benang sebagai pengait  pada bintang lalu tempelkan di pohon natal atau di bagian yang anda sukai 

Keterangan                : Siswa mendokumentasikan hasil karya palungan dan bintang Kejora dan dikirim kepada guru melalui WhatsApp untuk penilaian

Kelas 3       : Allah Pencipta Keragaman Fauna

-          Flora dan fauna saling membutuhkan fauna di lingkunganku, membaca alkitab dengan guru

Ayat Alkitab : Mazmur 104: 14

Tugas Siswa   : - Membuat Palungan Yesus

Alat dan Bahan         : Daun kelapa hijau 20-30 helai, rumput ilalang, pisau/gunting, tali plastik/ benang sebagai perekat

Cara Membuat          :

Palungan Yesus

-          Gunting daun kelapa dengan panjang yang sama

-          Ikat dan bentuk daun kelapa hijau menyerupai palungan Yesus dari ujung yang satu ke ujung yang lain menggunakan tali plastik/ benang. 

-          Tambahkan rumput di pada kerangka palungan daun kelapa yang sudah ada (boleh di bagian dalam dan luar)

Keterangan                : Siswa mendokumentasikan hasil karya palungan dan dikirim kepada guru melalui WhatsApp untuk penilaian

Kelas 4       : Allah Sumber Kekuatanku

-          Mendalami alkitab, mimpi tentang masa depan

Ayat Alkitab : Mika 7: 7-20

Tugas Siswa   : - Membuat Lampu Natal

Alat dan Bahan         : Tempurung kelapa, dua buah kaleng bekas, Isolasi, satu buah sumbuh kompor, pisau/gunting, minyak tanah

Cara Membuat          :

-          Potong kaleng yang pertama dengan bentuk sisi menyerupai persegi dengan pajang sisi 5 cm

-          Bolongkan pada bagian tengahnya sehingga sumbuh kompor bisa masuk

-          Isi kaleng yang kedua dengan minyak tanah

-          Masukan sumbuh yang paling panjang ke dalam kaleng yang berisi minyak 

-          Biarkan minyak merambat naik ke atas

-          Belah kedua batok kelapa dan gunakan satu sisi saja

-          Masukkan kaleng yang berisi sumbuh dan minyak ke dalam tempurung

-          Gunakan isolasi agar kaleng menempel pada bagian tempurung 

-          Hias sisi tempurung menggunakan daun kelapa

-          Nyakalan sumbuh menggunakan korek api

Keterangan                : Siswa mendokumentasikan hasil karya lampu natal dan dikirim kepada guru melalui WhatsApp untuk penilaian

Kelas 5       : Pengampunan Allah

-          Memahami pengampunan Allah menghayati makna pengampunan

Ayat Alkitab : Mazmur 103:8

Tugas Siswa   : - Membuat palungan dari lidi kelapa

Alat dan Bahan         : Lidi kelapa hijau 30-50 helai, pisau/gunting, tali plastik/ benang sebagai perekat

Cara Membuat          :

-          Potong lidi sama panjang

-          Rakitlah menyerupai palungan Yesus dari ujung yang satu ke ujung yang lain menggunakan tali plastik/ benang. 

Keterangan                : Siswa mendokumentasikan hasil karya palungan dan dikirim kepada guru melalui WhatsApp untuk penilaian

Kelas 6       : Bersyukur Senantiasa

-          Mendalami cerita alkitab memahami tujuan bersyukur, makna bersyukur, menghayati hidup dipenuhi rasa syukur belajr dari nyanyian

Ayat Alkitab : Keluaran 15:1-21

Tugas Siswa   : - Membuat Mahkota daun kelapa dan alat musik botol dari kacang hijau

Alat dan Bahan         : Daun kelapa hijau 30-50 helai, kacang hijau, kaleng bekas, pisau/gunting, tali plastik/ benang sebagai perekat dan isolasi

Cara Membuat          :

Mahkota

-          Potong daun kelapa sama panjang

-          Potong bagian sisi yang lain dengan bentuk segitiga

-          Rakit dan gabungkanlah beberapa helai daun menyerupai mahkota menggunakan tali plastik/ benang. 

Alat musik botol

-          Isi botol kosong dalam keadaan kering dengan kacang hijau

-          Tutup pada bagian sisi yang bolong menggunakan isolasi

-          Bunyikan alat musik sesuai nyanyi yang dibawakan

Keterangan                : Siswa mengenakan hasil karya mahkota di kepala, bernyanyi lagu tema natal sambil membunyikan alat musik botol, direkam dan dikirim kepada guru melalui WhatsApp untuk penilaian dengan durasi 3-5 menit.


D.5. Motivasi Belajar Siswa

Motivasi berasal Bahasa latin yaitu kata movere yang memiliki arti dorongan di dalam diri seseorang untuk dapat bertindak sehingga mencapai tujuan tertentu. Motivasi adalah hasrat, dorongan dan kebutuhan seseorang untuk dapat melakukan aktivitas tertentu. Sehingga motivasi diartikan sebagai kekuatan yang mendorong tindakan menuju suatu tujuan.

Motivasi belajar dalam diri seseorang akan menimbulkan gairah atau meningkatkan semangat dalam belajar. Motivasi belajar mengandung usaha untuk mencapai tujuan belajar yaitu pemahaman materi dan pengembangan belajar. Selain itu, motivasi belajar adalah sebuah penggerak atau pendorong yang membuat seseorang akan tertarik kepada belajar sehingga akan belajar secara terus-menerus.

Motivasi belajar yang rendah dapat menimbulkan dampak negatif bagi siswa, Motivasi belajar yang rendah dapat menyebabkan rendahnya keberhasilan dalam belajar sehingga akan merendahkan prestasi belajar siswa.

Motivasi belajar dalam diri siswa satu dengan siswa yang lain berbeda, ada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan ada juga siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Motivasi belajar yang rendah dapat menyebabkan rendahnya keberhasilan belajar siswa. Lemahnya motivasi belajar akan melemahkan prestasi belajar dan melemahnya kegiatan belajar.

Peserta didik yang kurang memiliki motivasi belajar ditandai dengan:

a. Tidak antusias dalam belajar.

b. Lebih senang berada diluar kelas atau membolos

c. Cepat merasa bosan

d. Mengantuk

e. Pasif.

Maka untuk menghindari hal di atas, proses belajar kreatif menggunakan kearifan lokal diharapkan dapat memenuhi indikator motivasi belajar siswa yang meliputi:

a. Ketekunan dalam belajar

b. Minat dan ketajaman perhatian dalam belajar

c. Ulet dalam menghadapi kesulitan

d. Mandiri dalam belajar

e. Keinginan berhasil dalam belajar

f. Reward/pujian/penghargaan.

Proses belajar kreatif menggunakan kearifan lokal telah memenuhi tiga komponen pada motivasi belajar, yaitu:

a) Komponen Harapan

Harapan dengan keyakinan diri siswa mengenai kemampuan siswa dalam memahami materi belajar dan dalam mengerjakan tugas.

b) Komponen Nilai

Komponen nilai mencakup tujuan belajar siswa dan kepercayaan tentang arti belajar dan arti mengerjakan tugas.

c) Komponen Afektif

Komponen afektif berhubungan terhadap reaksi emosional siswa ketika siswa menghadapi tugas dan pembelajaran.


E.                 Kesimpulan, Implikasi dan Rekomendasi

E.1. Kesimpulan

Peningkatan motivasi belajar siswa melalui kreatifitas kearifan lokal, melalui tindakan yang dilaksanakan di kelas I hingga VI menghasilkan dampak positif, karena siswa dituntut untuk membaca dan memahami materi pelajaran, mendalami teks alkitab dan menghasilkan karya dengan menggunakan kreatifitas kearifan lokal.

Dengan demikian, siswa dapat memahami nilai-nilai yang terkandung dalam pelajaran agama dan semakin mengenal dan peduli pada lingkungan sekitar. Siswa lebih memahami konsep dan juga dapat mengingat kembali konsep-konsep yang ada dalam materi pembelajaran sehingga siswa mampu menemukan pemahaman yang lebih mendalam melalui praktik yang dilakukan.

Guru sebagai pendidik harus bersedia melakukan terlebih dahulu segala karya yang akan dibua oleh siswa sehingga siswa bisa mencontoh, meneladani, dan berkreasi secara lebih nyata. Dengan demikian dituntut kesediaan guru dalam mengorbankan tenaga, materi, waktu, pemikiran dan kelihaian dalam proses pendidikan cara berpikir kreatif tersebut.

Keunggulan proses pembelajaran Agama dengan menggunakan kreatifitas kearifan lokal yakni meningkatnya motivasi, minat membaca dan rasa ingin tahu siswa terhadap pembelajaran Agama Kristen.


E.2. Implikasi

Keterlibatan guru dalam pembuatan contoh kreativitas menggunakan kearifan lokal akan meningkatkan motivasi belajar siswa, sehingga guru harus lebih kreatif daripada siswa. Dengan demikian dibutuhkan keterbukaan guru dalam mencoba ragam inovasi sehingga proses belajar kreatif tercapai dengan baik.


E.3. Rekomendasi

Minimnya silabus mengenai panduan dalam pengajaran proses kreatif dalam memanfaatkan kearifan lokal membawa kesulitan tersendiri bagi guru sebagai pendidik untuk menciptakan metode pembelajaran sehingga sebaiknya Kementerian pendidikan bisa memfasilitasi guru dalam program pelatihan demi meningkatkan kualitas sebagai pendidik. Ada baiknya juga dalam kegiatan pelatihan yang dilakukan, ragam kreativitas guru disatukan dalam satu buku panduan karya dan didokumentasikan sebagai panduan dalam proses pembelajaran selanjutnya. Hal itu juga bisa mempemudah tugas kementerian pendidikan, tenaga dinas pendidikan dalam melakukan evaluasi terhadap guru sebagai pendidik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.   


Lampiran Hasil Karya

  
Palungan dari daun kelapa
Siswa kelas I berfoto bersama keluarga
Orangtua dan saudara saudarainya

Palungan dan bintang kejora dari daun kelapa

Siswa kelas II berfoto bersama orangtua

 


Palungan dari daun kelapa dan rumput

Siswa kelas III berfoto bersama orangtua

 Lampu Natal dari tempurung kelapa

Siswa kelas IV


 Lampu Natal dari tempurung kelapa

Siswa kelas IV



 

Palungan Natal dari Lidi 

Siswa kelas V 



Mahkota dari daun kelapa dan alat musik botol dari kacang hijau

Siswa kemudian bernyanyi lagu natal dengan alat musik botol

Siswa kelas VI



**** **** **** **** **** **** **** 


DAFTAR PUSTAKA

Ambarita, Jenri. 2020. “Penulisan Artikel Ilmiah.” Blogspot.com. https://jenriambarita.blogspot.com/2020/11/hiduplah-apa-adanya-seperti-apa-kamu.html (November 7, 2020).

Aprilia, Iras. 2020. “Belajar ‘Online’ Tak Semudah yang Dibayangkan.” Newsdetik.com.

Budiarti, Desi. 2015. “Pengembangan Kemampuan Kreativitas Dalam Pembelajaran.” Jurnal Pendidikan Ekonomi 3.

Dekirty, Xehi. 2019. “5 Manfaat yang Akan Didapat Saat Memperdalam Ilmu Agama.” Idntimes.com. https://www.idntimes.com/life/inspiration/xehi-dekirty/manfaat-memperdalam-ilmu-agama-c1c2/5 (November 8, 2020).

Hidayaturohma, Dedi WahyudiRani. 2018. “Upaya Pembentukan Akhlak Peserta Didik Dengan Model Pembelajaran Bandongan.” Elementary Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 4.

Kamil, Irfan. 2020. “Belajar Online Tak Efektif, Kemendikbud Disarankan Fungsikan Radio.” Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2020/08/04/13043611/belajar-online-tak-efektif-kemendikbud-disarankan-fungsikan-radio?page=all (November 8, 2020).

Napitupulu, Robinson dan Veronica Hematang. 2018. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti. ed. Kedua. Jakarta: Kemendikbud.

Seputar Pengetahuan. 2020. “Kearifan Lokal Adalah : Pengertian Menurut Ahli, Ciri, Fungsi, Ruang Lingkup, Bentuk dan Contohnya.” Seputar Pengetahuan.co.id. https://www.seputarpengetahuan.co.id/2020/07/kearifan-lokal-adalah.html (November 8, 2020).


35 komentar:

  1. Kami senang dengan metode pembelajaran "kearifan lokal".jika di izinkan,bisa dengan segera👍

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Dgn metode ini bisa dimanfaat anak didik skarang trutama si Zya dalam meningkatkan kreatif nya 💝

    BalasHapus
  4. Dgn metode ini bisa dimanfaat anak didik skarang trutama si Zya dalam meningkatkan kreatif nya 💝

    BalasHapus
  5. Kreatif banget Zyaa sangat membangun anak agar memiliki pola pikir yang luas dan terus berkarya....

    BalasHapus
  6. Metode pembelajaran nya sangat baik,siswa dituntut memiliki kreativitas 👏👏

    BalasHapus
  7. Dalam masa pandemi covid 19 ini yang sifatnya darurat,guru memang dituntut sangat kreatif,metode ini adalah salah satu solusi yang bisa memotivasi minat anak.

    BalasHapus
  8. Keunggulan proses pembelajaran dgn menggunakan kearifan lokal dpt meningkatkan motivasi dan minat siswa terhdp pembelajaran itu.

    BalasHapus
  9. Metode pembelajaran seperti ini sangat mendukung untuk perkembangan kreativitas anak 💞🙏

    BalasHapus
  10. metode pembelajaran seperti ini perlu dikembangkan untuk mendidik anak supaya semakin cerdas dan kreatif 👍🙏

    BalasHapus
  11. Guru dituntut menggali lebih banyak metode Pembelajaran supaya anak bisa lebih memahami bahan ajar,antara lain dari kearifan lokal.

    BalasHapus
  12. Dimasa pandemic ini memang sangat dibutuhkan kreatifitas para guru supaya dapat mengajar dan mendidik para siswa agar mau belajar dengan serius dan mampu mengaplikasikan nilai nilai yang dipelajari dalam kehidupannya.

    BalasHapus
  13. Mantap, sukses nantulang dan tetap semangat
    Tuhan Memberkati

    BalasHapus
  14. Mantap, Sangat menginspirasi apalagi dimasa pandemi ini. Sukses dan tetap semangat nantulang, Tuhan Memberkati

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi para pembacanya. Sukses selalu

    BalasHapus
  17. Terima kasih ibu sudah berbagi ilmu ny
    Semoga kami bisa mmpraktekkan ny dan trs berkarya , sukses buat ibu

    BalasHapus
  18. Bersyukur, atas segala sesuatu yg dapat kita lakukan,inti dari semua ptk ini adslah untuk meningkatkan daya belajar anak, semoga anak2 Indonesia semakin kreatif dan berkarakter, sebab dalam setiap pembelajaran anak harus ada nilai kharakternya...agar anak tetap rendah hati, disiplin dan jujur,ini pasti bisa lebih baik lagi di masa yang akan datang..

    BalasHapus
  19. Semoga anak2 semakin rajin belajar nya y.. Walaupun ga bisa bertatap muka langsung dengan guru2nya..

    BalasHapus
  20. Saya sangat setuju dgn apa yg telah disampaikan oleh penulis.kreatif siswanya dan gurunya smkn semangat dlm mengajar.semoga apa yg diharapkan oleh para guru dpt terealisasi.semangat n terus berkarya..Tuhan Yesus memberkati

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. Saya sangat setuju dengan penulis.Dimasa pandemi ini,proses belajar dan mengajar yang dilaksanakan dengan Daring,sangatlah diperlukan kreatifitas para guru tentunya,untuk mengajak para siswa lebih rajin dan aktif mengikuti pelajaran yang dilakukan secara Online.Dan pada saatnya nanti,anak itu akan dipacu untuk lebih kreatif,pintar dan berwawasan luas,dan semakin siap dengan kemajuan teknologi di era yang akan datang.Maju terus,dan selamat berkarya.👍🏻👍🏻💪🏻

    BalasHapus
  23. Mantrap. 👍👍👍👍 sangat bagus untuk di baca,dan sbg salah satu langkah maju untuk meningkatkan pembentukan prserta didik mengenal jati diri nya dan dapat berbuat yg lebih baik untuk masa depan. Lanjutkan Ibu, berkarya demi anak bangsa. Sucses full untuk ibu guru.. 👍👍👍👍

    BalasHapus
  24. Terimakasih buat pengajaran yang ibu berikan... sangat bermanfaat untuk anak didik.semoga kedepannya kami boleh di didik dengan baik lagi sama ibu...tetap semangat ibu mengajar anak didik..🙏🙏😊

    BalasHapus
  25. Sangat sangat bagus sekali metodenyabu,sukses Dan maju Terus mengirimnya untuk kita

    BalasHapus
  26. Sangat kreatif, memang di jaman serba daring ini guru dituntut kreatif untuk menarik minat belajar siswa/i.

    BalasHapus
  27. Semangat ya buk!
    Maju terus dan semoga diberkati TUHAN
    Amin

    BalasHapus
  28. Semangat ya buk dalam memberikan pelajaran Pada siswa dalam masa pandemi ini.semakin kreatif dan sukses

    BalasHapus
  29. Semangat dan sukses selalu maktuo dan terus menghasilkan karya-karya baru yang memotifasi banyak orang.

    BalasHapus
  30. Untuk kemajuan dunia pendidikan, terutama kearifan lokal,butuh metode yg jitu dan kreatif ,cucok dengan tulisan ini ,nantap

    BalasHapus
  31. Sukses buat buguru.
    Kembangkan terus kreatifitasmu.

    BalasHapus

Karya Ilmiah

  Kreatifitas Kearifan lokal Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Agama Kristen Penulis : Ruslan Sitanggang, S.Pd.K  ...